NAIKNYA BBM JADI WUJUD KETIDAKBERPIHAKAN KEPADA PETANI - rizkimegasaputra.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

NAIKNYA BBM JADI WUJUD KETIDAKBERPIHAKAN KEPADA PETANI

Foto: NAIKNYA BBM JADI WUJUD KETIDAKBERPIHAKAN KEPADA PETANI 
Kenaikan harga BBM merupakan wujud ketidakberpihakan kepada petani. Selama ini, saat BBM berharga Rp 4.500 per liter kehidupan para petani sudah sulit, seperti dialami Nabri yang berdomisili di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. "Kami dari kalangan keluarga petani sangat khawatir. Sebelum kenaikan BBM, kehidupan kami sudah sulit. Petani banyak sekali pengeluaran, terutama untuk pupuk yang harganya tidak terjangkau. Kenaikkan BBM otomatis membuat operasional petani akan bertambah," kata Nabri. 

Keluhan dari masyarakat ini meski direspon pemerintah secara arif. Menurut Sekjen DPP Persatuan Tani (PETANI) NasDem, Syaiful Bahari, pengolahan lahan pertanian kini masih mengandalkan BBM jenis solar. Dicontohkan Syaiful, akan terjadi peningkatan biaya sewa traktor menjadi Rp 2 juta per ha, dari sebelumnya Rp 1,5 juta per ha. "Belum lagi ditambah biaya jasa operator. Harga pupuk pestisida juga dipastikan akan semakin mahal karena biaya transportasi untuk distribusi pupuk dan pestisida," tegasnya. Atas rencana kenaikan BBM subsidi ini, PETANI menyatakan menolak! (KF-NAE/WEP/Vey/Antara/http://opini.co.id/web/article/4055/Naiknya-BBM-Jadi-Wujud-Ketidakberpihakan-kepada-Petani )  

Kenaikan harga BBM merupakan wujud ketidakberpihakan kepada petani. Selama ini, saat BBM berharga Rp 4.500 per liter kehidupan para petani sudah sulit, seperti dialami Nabri yang berdomisili di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi. "Kami dari kalangan keluarga petani sangat khawatir. Sebelum kenaikan BBM, kehidupan kami sudah sulit. Petani banyak sekali pengeluaran, terutama untuk pupuk yang harganya tidak terjangkau. Kenaikkan BBM otomatis membuat operasional petani akan bertambah," kata Nabri.

Keluhan dari masyarakat ini meski direspon pemerintah secara arif. Menurut Sekjen DPP Persatuan Tani (PETANI) NasDem, Syaiful Bahari, pengolahan lahan pertanian kini masih mengandalkan BBM jenis solar. Dicontohkan Syaiful, akan terjadi peningkatan biaya sewa traktor menjadi Rp 2 juta per ha, dari sebelumnya Rp 1,5 juta per ha. "Belum lagi ditambah biaya jasa operator. Harga pupuk pestisida juga dipastikan akan semakin mahal karena biaya transportasi untuk distribusi pupuk dan pestisida," tegasnya. Atas rencana kenaikan BBM subsidi ini, PETANI menyatakan menolak! (KF-NAE/WEP/Vey/Antara/http://opini.co.id/web/article/4055/Naiknya-BBM-Jadi-Wujud-Ketidakberpihakan-kepada-Petani )

Posting Komentar untuk "NAIKNYA BBM JADI WUJUD KETIDAKBERPIHAKAN KEPADA PETANI "