MAKAN TAHU KURANGI RISIKO KEMATIAN AKIBAT KANKER PARU - rizkimegasaputra.com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MAKAN TAHU KURANGI RISIKO KEMATIAN AKIBAT KANKER PARU

Foto: Makan Tahu Kurangi Risiko Kematian Akibat Kanker Paru

Meningkatnya polusi udara dan juga kebiasaan merokok membuat ancaman kanker paru makin meningkat di semua kalangan, termasuk perempuan. Kini, risiko kematian akibat penyakit ini bisa dikurangi dengan cara sederhana yakni makan tahu.
Sebuah penelitian di China menganalisis 444 perempuan dengan kanker paru yang memiliki beragam diet atau pengaturan pola makan. Berdasarkan dietnya, para perempuan ini diamati dan dibandingkan risiko kematian yang mengintai selama periode tertentu.
Hasil pengamatan menunjukkan dalam 13 tahun risiko kematian pada partisipan yang banyak mengonsumsi produk-produk berbahan kedelai lainnya tercatat 7-8 persen lebih rendah. Bukan hanya tahu, produk-produk seperti susu kedelai juga menunjukkan efek yang sama.
"Berdasarkan penelitian ini, kami punya hipotesis bahwa orang yang punya riwayat makan kedelai, maka jika didiagnosis kanker paru maka kankernya menjadi kurang agresif," kata Dr Gong Yang dari Vanderbilt University yang melakukan penelitian ini seperti dikutip dari Healthday, Rabu (27/3/2013).
Sebelumnya, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa senyawa fitoesterogen pada tanaman seperti kedelai punya efek protektif atau melindungi tubuh dari kanker paru. Pada perempuan, efeknya sama seperti hormon esterogen yang secara alami diproduksi oleh tubuh.
Meski demikian, para peneliti mengakui bahwa temuan ini masih terlalu dini untuk dijadikan sebuah rekomendasi. Manfaat makan tahun dan produk berbahan kedelai pasti ada, namun belum bisa dijamin sebagai pilihan yang bisa diandalkan untuk mengobati kanker paru.
Saat ini, angka kematian akibat kanker paru tercatat masih sangat tinggi. Menurut sebuah penelitian, hanya sekitar 15 persen pengidap kanker paru pada perempuan di Amerika Serikat yang sanggup bertahan hidup dalam periode 5 tahun setelah didiagnosis.
(detik/27/3/13)

-------------------------------------------------------------
Aneka Furniture di Toko FB harga mulai Rp.35.000 klik http://bit.ly/ZMA8Xy 
Meningkatnya polusi udara dan juga kebiasaan merokok membuat ancaman kanker paru makin meningkat di semua kalangan, termasuk perempuan. Kini, risiko kematian akibat penyakit ini bisa dikurangi dengan cara sederhana yakni makan tahu.
Sebuah penelitian di China menganalisis 444 perempuan dengan kanker paru yang memiliki beragam diet atau pengaturan pola makan. Berdasarkan dietnya, para perempuan ini diamati dan dibandingkan risiko kematian yang mengintai selama periode tertentu.
Hasil pengamatan menunjukkan dalam 13 tahun risiko kematian pada partisipan yang banyak mengonsumsi produk-produk berbahan kedelai lainnya tercatat 7-8 persen lebih rendah. Bukan hanya tahu, produk-produk seperti susu kedelai juga menunjukkan efek yang sama.
"Berdasarkan penelitian ini, kami punya hipotesis bahwa orang yang punya riwayat makan kedelai, maka jika didiagnosis kanker paru maka kankernya menjadi kurang agresif," kata Dr Gong Yang dari Vanderbilt University yang melakukan penelitian ini seperti dikutip dari Healthday, Rabu (27/3/2013).
Sebelumnya, penelitian pada hewan menunjukkan bahwa senyawa fitoesterogen pada tanaman seperti kedelai punya efek protektif atau melindungi tubuh dari kanker paru. Pada perempuan, efeknya sama seperti hormon esterogen yang secara alami diproduksi oleh tubuh.
Meski demikian, para peneliti mengakui bahwa temuan ini masih terlalu dini untuk dijadikan sebuah rekomendasi. Manfaat makan tahun dan produk berbahan kedelai pasti ada, namun belum bisa dijamin sebagai pilihan yang bisa diandalkan untuk mengobati kanker paru.
Saat ini, angka kematian akibat kanker paru tercatat masih sangat tinggi. Menurut sebuah penelitian, hanya sekitar 15 persen pengidap kanker paru pada perempuan di Amerika Serikat yang sanggup bertahan hidup dalam periode 5 tahun setelah didiagnosis.
(detik/27/3/13)

Posting Komentar untuk "MAKAN TAHU KURANGI RISIKO KEMATIAN AKIBAT KANKER PARU"